Presiden Tegaskan Penanganan Bencana Bukan Ajang Wisata dan Pencitraan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar penanganan bencana tidak dijadikan ajang pencitraan oleh pejabat maupun tokoh publik. Ia meminta semua pihak yang datang ke lokasi bencana benar-benar memiliki tujuan untuk membantu menyelesaikan persoalan di lapangan, bukan sekadar hadir untuk berfoto.
“Jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana hanya untuk foto-foto dan dianggap hadir. Kita tidak mau ada budaya wisata bencana,” tegas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Presiden Prabowo, masyarakat yang terdampak bencana tidak boleh dijadikan objek. Kehadiran unsur pimpinan di lapangan harus diarahkan untuk melihat langsung persoalan, mencari solusi, dan segera bertindak sesuai kewenangan masing-masing.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja di lapangan, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, hingga BUMN dan relawan masyarakat. Ia menilai hampir seluruh unsur terkait telah turun langsung dan bekerja keras di wilayah terdampak.
Baca juga: SUMATERA DARURAT! 3,3 Juta Jiwa Terdampak, 753 Meninggal dalam Banjir & Longsor
“Saya lihat di lapangan, para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga direksi perusahaan-perusahaan penting hadir dan bekerja. Pertamina, PLN, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, semua saya lihat bekerja keras di tempat yang sulit,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerja tim dan solidaritas dalam situasi darurat. Ia menilai penanganan bencana bukanlah waktu yang tepat untuk saling menyalahkan atau mencari kambing hitam, melainkan momentum untuk bekerja bersama dan menyelesaikan persoalan yang ada.
“Ini bukan saat untuk mencari kesalahan. Ini saatnya kita bekerja keras, bahu-membahu, mengatasi masalah di lapangan,” kata Presiden Prabowo.
Dalam kunjungannya ke lokasi bencana, Presiden Prabowo menyoroti sejumlah persoalan krusial seperti keterbatasan air bersih, distribusi BBM, serta wilayah yang masih terisolasi dan membutuhkan penanganan segera dengan langkah konkret. Ia mengapresiasi peran aktif TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta relawan masyarakat dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan akses.
Presiden Prabowo juga memuji respons cepat aparat dan lembaga terkait sejak awal kejadian. Ia menilai para pelaksana di lapangan telah bergerak sigap tanpa menunggu arahan berjenjang yang berpotensi memperlambat penanganan.
“Saya senang melihat pelaksana di lapangan bertindak cepat. Tidak perlu menunggu terlalu banyak petunjuk. Dalam situasi bencana, itu sudah perintah operasi,” ujarnya.
Menurut Presiden Prabowo, prinsip tersebut telah lama diterapkan, khususnya di lingkungan TNI, sehingga respons awal dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Ia menilai pendekatan ini telah dijalankan dengan baik oleh seluruh lembaga yang terlibat.
Baca juga: 8 Program Prioritas Prabowo 2026 dan Total Anggaran Rp 2.567 Triliun
Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo kembali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan ke depan.
“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Kita harus tetap waspada ke depan,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.



