Prediksi Kaspersky tentang AI dalam Ancaman dan Pertahanan Siber pada 2026

Kaspersky telah merilis prediksi terkait bagaimana kecerdasan buatan (AI) akan membentuk ancaman dan pertahanan siber pada tahun 2026. Berikut ini adalah poin-poin utama yang diungkapkan oleh para ahli Kaspersky:
1. Asia Pasifik Memimpin Adopsi AI
Asia Pasifik sudah memimpin dalam adopsi AI dengan 78% profesional menggunakan AI setiap minggu, lebih tinggi dibandingkan 72% secara global. Penggunaan AI di kawasan ini didorong oleh penetrasi perangkat yang masif, populasi muda yang melek teknologi, dan konsumen yang terhubung dengan internet.
2. Deepfake Menjadi Ancaman Utama
Teknologi deepfake, yang digunakan untuk memanipulasi video dan audio, akan semakin sulit dibedakan dari konten asli. Peningkatan kualitas audio dan visual deepfake akan memungkinkan pelaku siber untuk menciptakan konten palsu yang lebih meyakinkan. Perusahaan dan individu perlu lebih sadar akan risiko deepfake dan melatih karyawan untuk mengurangi potensi kerugian akibat konten palsu.
Baca juga: Bos OpenAI Lirik Industri Roket, Saingi Elon Musk dan SpaceX
3. Model Sumber Terbuka dan Penyalahgunaan
Model sumber terbuka AI akan semakin mendekati kemampuan model tertutup, memperburuk potensi penyalahgunaan teknologi ini oleh pelaku ancaman. Penyalahgunaan ini termasuk dalam pembuatan konten palsu, phishing, dan serangan lainnya yang semakin sulit dideteksi.
4. Batasan Antara Konten Asli dan Palsu Semakin Kabur
AI sudah dapat digunakan untuk membuat email penipuan, identitas visual palsu, dan halaman phishing berkualitas tinggi. Merek besar juga mulai menggunakan konten sintetis dalam iklan, yang membuat pembeda antara konten asli dan palsu semakin sulit.
5. AI Memperkuat Serangan Siber
Penyerang mulai menggunakan AI untuk menulis kode, mengeksploitasi kerentanan, dan mengotomatiskan tugas operasional. AI akan semakin mendukung serangan siber di berbagai tahapannya, dari persiapan hingga penyebaran alat berbahaya.
6. AI Sebagai Alat Lintas Rantai dalam Serangan Siber
AI akan digunakan dalam hampir semua tahapan serangan siber, dari merakit komponen berbahaya hingga menyelidiki kerentanan. Penyerang akan berupaya menyembunyikan tanda-tanda keterlibatan AI untuk membuat analisis serangan lebih sulit dilakukan.
7. AI Memperkuat Pertahanan Siber
Di sisi pertahanan, AI akan digunakan untuk memindai infrastruktur secara terus-menerus dan mengidentifikasi kerentanan dengan cepat. Sistem berbasis agen akan membantu mengurangi pekerjaan manual dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat berdasarkan data yang telah dianalisis.
8. Rekomendasi untuk Menghadapi Ancaman AI
Selain itu, penggunaan produk keamanan canggih dari Kaspersky dan intelijen ancaman terbaru akan sangat membantu dalam mengidentifikasi dan menangkal ancaman yang semakin kompleks. Kaspersky menyarankan organisasi untuk selalu memperbarui perangkat lunak guna mencegah penyusupan.
Baca juga: WhatsApp Perkuat Dukungan Bisnis Dengan Fitur Panggilan hingga AI
Dengan prediksi ini, Kaspersky mengingatkan pentingnya adopsi teknologi keamanan yang sesuai untuk menghadapi tantangan yang muncul akibat AI, baik dalam konteks ancaman maupun perlindungan.



